KONTAK PERTAMA
Jambi, 1999
Febry nama panggilanku, dengan nama lengkap Riska febrian. dulunya di sapa Riska. Karena semakin bertambahnya usia, lingkar perkenalan, nama Riska jarang disapa lagi. Tidak masalah.. asalkan saat disapa saya menoleh haha.
Oke. Kembali lagi dengan judul KONTAK PERTAMA. Maksud dari judul ini adalah saya ingin menceritakan pegalaman saya melihat sesuatu yang ghaib yang sering ditakuti oleh banyak manusia. tahun 1999 adalah tahun kelahiran saya. Saya mensyukuri lahir di keluarga saya, yang saat konflik masih tetap berusaha bertahan, sehingga saya diumr 20 tahun ini mengalami pengalaman yang luar biasa menjadi benar-benar seorang manusia. Hidup tercukupi, bagaimanapun itu dilakukan demi mencukupi kehidupan seorang anak seperti saya.
Disamping itu, saya memiliki pengalaman yang cukup membuat anda merasa "Ah.. gak sanggup gw kalo jadi lo.. ah gila, gw ga tahan ngalamin yang begituan. Gw bersyukur banget ga pernah.... bla-bla-bla". Ya. Saya bisa melihat sesuatu yang ghaib yan orang-orang kebanyakan sebut "Hantu". Haha. Hantu itu tidak ada. Mereka hanyalah jin yang menyerupai sesuatu, yang terkadang menampakkan dirinya. Nah berbeda dengan saya, saat itu saya emang bisa melihat mereka. Itu adalah pengalaman yang bisa dibilang mengganggu waktu istirahat saya, mengganggu waktu pikiran saya. Ya. Rupa dari makhluk itu sangatlah tidak enak di pandang, sangat menjijikkan, dan ah... bisa dibayangkan sendiri bagaimana. Saya masih ingat sekali kontak mata saya yang pertama dengan makhluk itu adalah saat saya berusia sekitar 3 atau 4 tahun. Malam itu sedang ada acara maulid nabi yang di adakan di masjid di dekat rumah mbah saya. Jarak masjid itu tidak jauh, hanya menuruni jalanan menurun dan melewati pasar. Saat itu daerah pasar masih banyak diisi oleh pohon-pohon pisang, dan rumah-rumah warga sekitar juga banyak menanam pohon pisang, bahkan di depan rumahnya. Saya tidak terlalu ingat saya pergi mengendarai apa saat ke masjid tersebut, apakah bersama ibu saya, atau paman dan mbah saya. Yang saya ingat dengan jelas adalah bagaimana saya menangis meminta dibelikan jajan saat berada di masjid. Dan jajan yang saya mau hanya berada di toko seberang jalan rumah mbah saya. Otomatis saya harus berjalan lagi melewati jalanan turunan tersebut.
Saat itu saya di temani pergi membeli jajan tersebut bersama anak tirinya mbah saya, yang saya panggil dengan "bibi sri". Begitulah karena namanya memang Sri. Saya tidak ingat dengan jelas nama lengkapnya karena kami tidak pernah bersilahturahmi lagi, karena mbah saya sudah bercerai dengan suami keduanya, yaitu ayah dari bibi Sri. Saat itu bibi Sri juga meminta ditemani oleh teman-teman sebayanya, 2 orang perempuan. Kami berempat berjalan kaki menuju warung jajan yang saya inginkan. Jelang jarak 10 meter baru berjalan, langkah saya terhenti tepat di depan pasar yang saya sebutkan tadi. Pasar senen namanya, karena pasar ini hanya beraktifitas di hari senin. Pasar ini tepat dipinggir jalan raya, dimana disebarngnya juga banyak rumah penduduk. Saya terpaku melihat sesosok makhluk tepat berada di bawah batang pisang di depan rumah salah satu warga. Jelas sekali saya melihat sosok mengerikan itu. Dengan kian yang penuh lumpur dan kotor, yang biasa disebut orang-orang yaitu pocong. Saat itu saya hanyalah seorang anak kecil, yang belum mengetahui apa itu jin, setan, dan alam ghaib. Yang saya tahu adalah tuhan saya ALLAH SWT. mengaji, belajar, bermain, dan yang hanya saya tahu dan takuti adalah hantu.
Rupa dari sosok yang saya lihat adalah pocong dengan wajah yang sangat mengerikan. Wajahnya yang gosong, retak-retak dan berasap, dan mata yang melotot berwarna merah darah bahkan mata itu benar-benar mengeluarkan darah. Sosok itu terus melihat saya dengan melotot, dan suara erangan "errrrrr" dikeluarkannya. Saya saat itu sangat ketakutan dan tidak bisa beranjak pergi dari posisi saya. "bi... bi.. takut!!!". Hanya itu yang bisa saya keluarkan dari mulut saya dengan tubuh yang kaku ini. "takut apa sih?!!". Tanya bibi saya. Saya hanya bisa menujuk ke arah dimana saya melihat, namun tidak bisa menyebutkan apa yang saya lihat. "itu... itu... " sambil ketakutan dan hampir menangis saya hanya bisa menunjuk tanpa bisa menyebutkan sosok itu. Lama kami berhenti di depan sosok itu karena diriku yang tidak mau bergerak, dan mata saya tak bisa mengalihkan pandangan daari ssok itu. Matanya yang merah dan tubuhya yang mengambang (tidak ada kaki) hanya bisa dilihat oleh saya seorang. Bibi saya bersama dengan teman-temannya sama seklai tidak bisa melihat, dan keheranan melihat tingkah saya. Sosok itu masih mengeluarkan erangan "errrr", dan saya hanya bisa menunjuk-nunjuk sosok itu dengan niatan memberitahukan apa yang saya lihat oleh bibi saya. Pucat pasi wajah saya, dan matanya yang merah itu masih saja melotot kepada saya. saya memanggil-manggil ibu saya, bibi saya, paman saya, siapapun itu karena saya benar-benar ketakutan. Dengan itu saya sebut-sebut nama Allah, dan mengurungkan niat pergi membeli jajan tadi. Akhirnya tubuh saya bisa bergerak dan mengajak bibi untuk kembali lagi ke masjid. Saya tahu bibi saya kesal, tapi say benar-benar dihantui oleh rasa takut.Saat saya berjalan kembali saya memberanikan diri untuk menoleh kebelakang dimana sosok itu berada. Dan bukan main, sosok itu masih melihat kearah saya, melihat kemana arah saya pergi. Saya benar-benar takut.
setelah kejadian tersebut, dikemudian hari saya merasakan kejanggalan pada penglihatan saya. Saya jadi lebih sering melihat sosok-sosok lain, yang berbeda bentuknya namun saya yakini mereka adalah satu dunia dengan yang saya lihat pada malam itu. Saya tidak tahu apakah saya ketempelan atau mata saya terbuka karena KONTAK PERTAMA itu, yang membuat tidur saya tidak nyenyak dan selalu parno. Yang jelas itu adalah salah satu pengalaman saya melihat sesuatu yang ghaib dari banyak pengalaman yang saya alami sampai sekarang, di umur 20 ini.
Oke saya rasa cukup sampai disini saya menceritakan pengalaman pertama saya. Masih banyak pengalaman-pengalaman yang belum saya ceritakan. Postingan sekanjutnya saya akan membahas hal itu. Dan percaya lah, bahwa melihat hal tersebut benar-benar membuat hidup ini tidak tenang. Meskipun saya mulai terbiasa dan sudah mulai jarang melihat di umur yang sekarang. Entah karena umur, mental, dan rasa percaya dan tidak takut bahwa itu bukanlah apa-apa sehingga mereka mulai jarang menampakkan diri lagi.
salam hangat
Riska Febry

Banyak typonya kak
BalasHapusKenapa ga bisa bicara pocong kak? Dede pengen tauuu
BalasHapusKalo liat yang begituan emang gitu, cuma bisa diem
HapusKalo liat hantu bisa di videoin gak. Wkwk pengen gue ajak ngevlog 😂
HapusBisa. Tinggal ganti kamera depan, dan lihat siapa setannya
Hapus