Langsung ke konten utama

Bunga Tidur Siksa Kubur

           Ingin Selamat dari Azab dan Siksa Kubur, Ini Kumpulan Doa-doa yang ...
Bissmillahirrohmanirrohim...

Assalamu'alaikum wr.wb.
Ini kisah nyata saya yang kedua mengenai mimpi, bunga tidur saya. Berbeda dari postingan saya sebelumnya yang berjudul Bunga Tidur Hari Akhir, bunga tidur kali ini saya alami di siang hari. Berbeda juga dengan sebelumnya yang terlihat jelas potongan-potangan gambar mimpi tersebut, mimpi ini hanya saya lihat seperti saya sedang berada di dalam kabut hitam pekat dengan suara yang lantang menyakitkan. Sampai saat ini, saya juga masih belum bisa melupakan sakitnya rasa saat saya mengalami mimpi tersebut. Sesak. Panas, berisik sangat menyiksa telinga. Dan itu semua hanya dari segi pendengarannya saja. Bagaimana jika saya merasakan mimpi tersebut? Astaghfirullahal'azim… saya tidak ingin merasakannya, bahkan di dalam bunga tidur sekalipun. 

Siang  itu, saya sedang lelahnya pulang dari sekolah. Bahkan saya makan dengan sangat terburu-buru saking lelahnya. Waktu itu, saya adalah siswa aktif yang mengikuti segala kegiatan baik di sekolah maupun diluar sekolah, dan semuanya berhubungan dengan latihan fisik. Lelah? bohong sekali jika saya katakan tidak. Bahkan, saat itu hampir setiap harinya saya merasakan ketindihan tatkala saya sedang tertidur, bahkan menutup mata sebentar saja saya terserang yang namanya sleep paralysis. Bisa dibayangkan betapa tersiksanya saya saat ingin beristirahat?.

Saat itu saya tidak melakukan kegiatan apa-apa alias meliburkan diri karena bahu saya sedang cidera, sehingga saya berusaha untuk menikmati waktu rehat saya. Untuk beberapa hari sebelumnya saya tidak mengalami sleep paralysis, mungkin dikarenakan rehat yang sudah saya jalankan selama beberapa hari itu. Untuk sementara saya merasa sangat lega saat itu, dan sepulang dari sekolah hanya satu tujuan saya, yaitu tidur siang. "Brakkk", suara ranjang yang berbunyi saat saya menghempaskan tubuh saya dengan nikmatnya. Tak perlu waktu lama, saya sudah tenggelam dalam dunia mimpi. Yang saya harapkan saat itu adalah saya bisa merasakan mimpi menjadi orang sukses, artis terkenal, atau bertemu dengan jodoh haha. Kebalikan dari semua harapan indah, justru saya terjebak dalam ruang hampa, dipenuhi kabut kelam. Saya bingung, namun saya hanya diam saja karena saya pikir saya tidak akan memimpikan apa-apa. Apalagi saat itu saya hanya tidur siang. Seingat saya, saat itu saya mulai tertidur di pukul 14:??, lewat berapa saya lupa. Yang jelas saat itu saya terbangun pukul 5 lewat. Lama bukan? namun tidak dengan mimpi yang saya rasakan. Mimpi itu jika saya kira-kirakan hanya berlangsung 4-5 menit, dan saat saya terbangun, ternyata saya sudah tertidur berjam-jam. Ruang hampa yang saya lihat berwarna kelam dan berkabut tadi, seketika menjadi gelap gulita tanpa apa-apa. 

Ngiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinggggggggggggg!!!! Telinga saya berdengung sangat lama, sampai ketika mulai berdatangan bunyi-bunyi yang samar masih saya dengar. Ngiiiiiiiiiiiiiiiiiingggggggggg !! Brak!!! Suara gebrakan yang ntah dari mana asalnya mengawali saya mendengar teriakan-teriakan manusia yang sangat tersiksa. ARGHHHHH!!! ALLAHU AKBAR!!! ARGHHHHHH!!!! Suara lantang laki-laki yang kedengarannya sangat kesakitan. Saya sangat terkejut, tubuh saya mulai merasa sejuk, sesak, panas, bercampur aduk. Mungkin jika dilihat orang lain saat itu, saya seperti mengigau dengan mengeram. Wuahhhhhhhhhh.....huuuuu huuuuuu ARGHHHHHHHHHH!!!!!!!! Suara wanita yang jelas sekali saya dengar  menjerit kesakitan sambal menangis, dan mendengarnya saja membuat saya ikut menangis. Astaghfirullah.. Ucapku, saat semakin lama saya mendengar suara itu tak dari satu dua orang saja, melainkan ratusan atau ribuan manusia yang menjerit saya tak tahu mereka menjerit karena apa. Nafas saya mulai sesak, dan dengungan telinga saya datang lagi. Ngiiiiiiiiiiingggggggggggggggg Arghhhhhhhhhhhhhh Allahu akbar !!!! Ya Allah.... !! Sangat membuat telinga saya kesakitan, sesak nafas saya, panas dingin yang saya rasakan, dan suara yang ramainya tak dapat dibayangkan yang isinya hanya teriakan dan raungan meminta ampun. Saya merintih ketakutan, dan sempat berpikir bahwa saya sudah mati?. Ya.. saya sempat memikirkan itu, karena yang saya lihat hanya kegelapan yang dipenuhi suara siksa. Telinga saya masih berdengung dan BRAKKKKKK!!!!! 

Hantaman keras mengarah kepada saya tepat dikepala membangunkan saya dari mimpi mengerikan itu. Saya langsung terduduk dan merasakan sakit yang teramat di  kepala saya. Sakitnya seperti di pukul oleh sebalok kayu. Sebelumnya di dunia nyata, saya memang pernah dipukul oleh balok kayu besar oleh anak tetangga saya. Nakal sekali anaknya, dan sampai sekarang saya masih ingat dia memukul saya seperti apa. Ingin berkata kasar tapi… ya sudahlah. Sakit yang saya rasakan sampai saya terbangun dari mimpi benar-benar mengingatkan saya akan rasa sakit yang saya derita dahulu. Pandangan saya buram sekali, dan refleknya membuat air mata saya jatuh begitu saja. Astaghfirullah.. saya bersyukur karena perkiraan saya yang sudah mati ternyata hanya sebatas bunga tidur. 

Mimpi ini menyadarkan saya, memberikan gambaran kepada saya betapa banyaknya manusia yang setelah mati merasakan siksa. Selama ini, yang kita tahu setelah mati, kita tidak akan tahu apakah kita  akan masuk surga atau neraka. Ketidaktahuan inilah yang membuat banyak manusia lalai, tak terkecuali saya sendiri yang menyadari bahwa saya telah banyak menimbun dosa. Teringat lagi dengan mimpi sebelumnya yang saya alami mengenai hari  akhir, ini adalah mimpi kedua saya yang membuat saya ketakutan. Saya tidak ingin ketakutan sendirian, saya menuliskan ini agar kalian yang mebacanya juga merasakan ketakutan yang sama, SUNGGUH. 

Sekian, Wassalamu'alaikum wr.wb.


Salam
Riska Febry

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Humanisme

LAHAK KEMANUSIAAN Maret, 2020 sumber gambar: theconservation Evlusi industri hasil tangan manusia peradaban. Masa bumi bertambah dan hasrat manusia berimpact pada rantai kehidupan, ekosistem itu sendiri. Rakus. sifat pantas disemat pada manusia, makhluk sempurna pemberian Tuhan. Lahiriah manusia tak pantas disandingkan dengan binatang. Namun, akhlak manusia tidak dapat ditolerir lagi saat ini. Lalah kepunyaan manusia tak mampu membendung kehancuran yang semakin mendekat. Lahak tercium membuat ingin mati. Lalim manusia membunuh sekitarnya. Apa itu, kemanusiaan. Mata manusia melamur. Generasi menunduk lowpower pada fakta yang terjadi. Story-story tundukannya terarah ria'. Langguknya manusia membuat laras spesiesnya sendiri. Kemanusiaan cuma publish, kemunafikan sumber penyakit. Kelatifan tujuan fana mampu membutakan manusia. Viralnya ciptaan Tuhan yang bertugas, binatang menjadi bentuk evolusi keluguan manusia. Manusia berpunya, akhlak pun hilang. 

2013

  Memori ini terus melekat dikepalaku. Hei, saat ini aku sudah berada di 2021, jika dihitung sudah 8 tahun lamanya aku menyimpan rasa kekesalan ini. Bukan kesal terhadap siapa, namun aku kesal terhadap diriku sendiri yang tidak mau berbicara degannya saat itu.  2013 adalah tahun dimana aku masih duduk dibangku sekolah menengah pertama. Tepatnya di kelas 2. Saat itu, sekolah sedang gencar-gencarnya melakukan pelatihan untuk kegiatan o2sn. Kala itu, aku termasuk peserta fls2n cabang seni (rahasia hehe), yang nyatanya sangat tidak di dukung kedua orang tuaku. Orang tuaku sangat memaksa aku untuk ikut cabang olahraga (rahasia) itu, padahal aku sama sekali tidak suka olahrga. Alhasil aku di cemooh, di pandang rendah oleh kedua orang tuaku, maupun teman-temanku yang menganggap seni itu rendahan. Oke, meskipun begitu, aku tidak pernah menyerah untuk mengikuti cabang seni itu. Saat aku mengikuti lomba itu di tingkat kecamatan, aku gagal mendapatkan posisi pertama, melainkan hanya dipo...

Bahadur

Bahadur Hatiku Pagi memuncak membangunkanku. Bahana burung selalu menyapa. Mimpi fanaku tentang baiatku padamu, berharap kekal fana dan baka. Bakdu kutahu tentangmu, akupun terjatuh kejurang kepasrahan, kebimbangan, kesukaran, keingintahuan, kebahagiaan. Balut senyummu menghangatkan, hati ini meronta tak terkontrol, lemah. Respon yang membangatkan kerja jantung, mereaksikan warna wajahku. Malu. Bangkit dari pikiran membelegu, membantum diri darimu. Berusaha keras, namun hati tak dapat berbohong. Bahlul. Hati telah terbelenggu olehmu.  Bara rasa yang membludak, aku bersembunyi dari rasa. Sumpah kupandai menyembunyikan, namun rasa tetaplah ada. Kuisi hati dengan kebanyolan, mengkamuflasekan hati yang sebenarnya. Bak seperti basung, rasaku dengan ringannya keluar karenamu. Hati membayu memporoskan diri kearahmu, dan behina dihati. Ingin rasa mulut beledi soal hati, namun gengsi sebesar pasak, fakta rasa bak tiang mungil. Goyah. Beluwek hati kelamaan menyimpan. Peka...