Langsung ke konten utama

Makhluk Kelam Temani malam

               
                   Yang Perlu Dilakukan Jika Tidur Terasa Ditindih Setan – MoralRiau.com

Selasa malam, 2016. 
Ini kisah nyata saya malam itu, ketika kantuk saya terganggu oleh makhluk yang tidak seharusnya berada di dekat saya. Salah satu kejadian yang cukup membuat saya merinding dan tak bisa saya lupakan sampai sekarang, tidur disebelah hantu. Tidak, lebih tepatnya jin, karena saya termasuk golongan orang yang percaya adanya jin ketimbang istilah hantu. 

Malam itu tidak seperti biasanya saya tidur sebelum jam 9. Padahal jam tidur saya saat itu masih sebatas jam 10 malam. Saat itu saya masih duduk dibangku SMA, yang kalo bergadang mentok-mentok jam 11 malam. Itupun langsung di sembur emak dengan ocehannya yang riang dan gembira membuatku pusing setiap hari haha. Kalo sekarang? sudah tahu dong saya ini lord nya bergadang yang penyebabnya ngerjain tugas yang tak berkesudahan datangnya. Malam itu entah mengapa saya sangat mengantuk hingga saya tanpa sadar terlelap di waktu yang tidak biasanya. Dan akhirnya saya terbangun, bukan di pagi hari tapi di jam 1 malam. Saya lupa tepatnya jam 1 lewat berapa, yang jelas saya terbangun karena haus dan ingin buang air. 

Saat saya terbangun, semuanya dalam keadaan gelap. Bukan.. ini bukan kisah fiksi yang diperkirakan saya masuk ke dimensi lain haha. Saat itu sedang padam listrik, dan kedua orang tua saya pastinya sudah tertidur lelap. Saya berjalan sembari meraba dinding rumah untuk mencari sumber cahaya, saya mencari senter. Dulu gawai tidak terlalu melekat di saya, dan mungkin pikiran saya masih mengambang padahal saya bisa menghidupkan gawai yang ada di sebelah kepala saat itu. Pelajaran ya, jika tidur sebaiknya gawai dimatikan atau di mode pesawat demi kesehatan tubuh kita wahai kaum millenialis. Oke lanjut, setelah saya menemukan senter, saya segera buang air yang tak tertahankan ini. Setelah itu menuju dapur meraih gelas untuk minum."gluk-gluk-gluk" saya minum dengan sangat cepat tat kala saya menyadari suara-suara aneh yang saya dengar dari belakang rumah. Meskipun saya terbiasa, tetap saja dikeadaan gelap gulita dan sendirian membuat diri cukup menggidikkan bulu kuduk. 

"Shess… srk srk.. sheeeessss... huuuuuuuuu, hahahah". Itu bunyi-bunyian yang sering saya dengar, menghendus, desah, menangis kadang tertawa. Saya segera melangkahkan diri lagi menuju kamar dengan langkah yang cukup cepat. Sesampainya saya merebahkan diri ke ranjang, saya justru tidak bisa tidur lagi. "What?!! kenapa gak bisa tidur lagi hmmmm ". Pikirku saat itu sembari menghela nafas. Dan kahirnya saya meraih gawai yang ada disebelah kepala saya dan menghidupkannya. Segera saya hidupkan moblie datanya, buka bbm dan buka notification nya. Uh, saya jadi teringat si emak tidak suka saya main gawai dimalam hari, karena takut mata saya rusak. Kalo sekarang sih tidak dibatasi lagi karena memang sudah kena, huaaa maafkan saya emak. Jadi saat itu saya berhenti memainkan gawai dan mulai mendengarkan musik yang saya kira dapat membuat saya kantuk nantinya. Oke dengerin musiknya pakai headset ya, karena amarah emak lebih seram dibanding apapun. Saya mulai dari lagu band favorite saya saat itu, Bon jovi, Scorpions, RHCP, lagu-lagu pop indo, Ariana grande, Justin Bieber, lagu religi opick tidak lupa pastinya haha. Namun kantuk saya tak kunjung datang. Saat saya mulai lelah mendengarkan musik, saya melepas headset saya dan memandang arah tak menentu, dan masih saja belum kantuk. 

Saat saya hanya diam saja dan menatap langit-langit, saya mendengar suara langkah kaki, yang saya kira emak atau bapak saya. Jadi saat itu saya coba panggil karena arah langkahnya menuju kamar saya. "Mak?". Tak kunjung mendapatkan jawaban, saya panggil lagi dan terus berulang kali. "Mak?? ohh mak? mak!". Saya terduduk untuk melihat namun tak ada siapa-siapa. Perasaan saya sudah mulai tidak enak, dan saya merebahkan diri lagi di ranjang. Masih dalam keadaan tidak bisa tidur, saya memringkan badan saya kearah kanan. "Nyuuuuttttt", rasa ranjang Kasur yang tertekan kebawah seolah-olah ada yang meniki ranjang saya saat itu. Berat sekali tekanan yang saya rasakan, bahkan melebihi tekanan tubuh emak saya jika saya tidur bersamanya. Kira-kira ukuran orang dewasa melebihi ukuran tubuh bapak saya. Saya masih mencoba memanggil emak saya karean saya sudah mulai merinding saat itu. Tidak, tidak hanya merinding namun panas dingin tubuh saya rasakan. "Mak.... ". Ucap saya melirih… dan apa yang saya dapatkan?. "Heeeessssshhhhhhhhh". Hanya suara desahan berat dibalik punggung saya (saya masih dalam posisi miring ke kanan). Oke, saya mulai ketakutan, tubuh saya mau lari dari kamar tapi berat sekali rasanya. Untungnya saat itu saya masih memegang gawai. Dengan keringat dingin, saya menghidupkan lagi gawai saya dan mencari lagu dengan terburu-buru. Terserah lagu apa yang saya putar, saat itu saya sangat  tergesa-gesa dan menghidupkannya dengan volume full. Sembari mendengarkan musik, saya sebenarnya membaca ayat kursi, doa-doa apapun itu, lalu setelah itu saya mencoba berhentu. Namun tekanan Kasur masih saya rasakan dan saya tak berani memnidahkan posisi tidur saya. Saya tak tahan lagi, dan menghidupkan lagu ROCK Avenged Sevenfold yang sebenarnya saya tidak mengerti, yang jelas banyak teriakannya. Saya juga lupa kenapa saya simpan lagu-lagu mereka haha. Yang saya rasakan masih sama saja, tekanan ranjang saya masih sangat berat di sebelah saya dan mencoba menenangkan diri menganggap itu kucing. Cuma kucing. (oke padahal dirumah saya saat itu tidak ada kucing haha). 

Pagi telah tiba, tanpa saya sadari saya sudah tertidur lelap dari kejadian semalam. Saya lupa bagaimana  caranya saya tertidur malam itu. Yang jelas saya cukup ketakutan malam itu dan membuat batreai gawaiku habis. Hah, ternyata musiknya terus berjalan sampai pagi… Astaghfirullah.. Astaghfirulaah.. Beberpa kali berucap jika mengingat kejadian semalam. Sebenarnya kejadian inilah yang membuat saya masih sulit lepas dari headset, karena setelah kejadian itu, saya masih cukup dihantui rasa takut sehingga saat sebelum tidur saya mendengarkan musik pakai headset, dan tentunya saya atur berapa banyak lagu yang diputar agar saat saya tertidur nanti, otomatis lagunya mati. Selain rasa takut, juga untuk menghindari suara-suara aneh yang saya dengar ketika malam hari. Mungkin dari kejadian tersebut saat saya kantuk sebelum waktunya, saya lupa berdoa sebelum tidur sehingga saya di ganggu oleh makhluk yang sudah menemani tidur saya malam itu. Jadi teman-teman sebelum tidur jangan lupa berdoa dan diberi perlindungan dari Allah, karena jin biasanya datang saat kita sedang tertidur lelap.

Terimakasih telah membaca, next ditunggu ya kisah nyata menyeramkan dari saya :))



Kuucapkan terimakasih pada gambar yang cukup menyeramkan ini. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Humanisme

LAHAK KEMANUSIAAN Maret, 2020 sumber gambar: theconservation Evlusi industri hasil tangan manusia peradaban. Masa bumi bertambah dan hasrat manusia berimpact pada rantai kehidupan, ekosistem itu sendiri. Rakus. sifat pantas disemat pada manusia, makhluk sempurna pemberian Tuhan. Lahiriah manusia tak pantas disandingkan dengan binatang. Namun, akhlak manusia tidak dapat ditolerir lagi saat ini. Lalah kepunyaan manusia tak mampu membendung kehancuran yang semakin mendekat. Lahak tercium membuat ingin mati. Lalim manusia membunuh sekitarnya. Apa itu, kemanusiaan. Mata manusia melamur. Generasi menunduk lowpower pada fakta yang terjadi. Story-story tundukannya terarah ria'. Langguknya manusia membuat laras spesiesnya sendiri. Kemanusiaan cuma publish, kemunafikan sumber penyakit. Kelatifan tujuan fana mampu membutakan manusia. Viralnya ciptaan Tuhan yang bertugas, binatang menjadi bentuk evolusi keluguan manusia. Manusia berpunya, akhlak pun hilang. 

2013

  Memori ini terus melekat dikepalaku. Hei, saat ini aku sudah berada di 2021, jika dihitung sudah 8 tahun lamanya aku menyimpan rasa kekesalan ini. Bukan kesal terhadap siapa, namun aku kesal terhadap diriku sendiri yang tidak mau berbicara degannya saat itu.  2013 adalah tahun dimana aku masih duduk dibangku sekolah menengah pertama. Tepatnya di kelas 2. Saat itu, sekolah sedang gencar-gencarnya melakukan pelatihan untuk kegiatan o2sn. Kala itu, aku termasuk peserta fls2n cabang seni (rahasia hehe), yang nyatanya sangat tidak di dukung kedua orang tuaku. Orang tuaku sangat memaksa aku untuk ikut cabang olahraga (rahasia) itu, padahal aku sama sekali tidak suka olahrga. Alhasil aku di cemooh, di pandang rendah oleh kedua orang tuaku, maupun teman-temanku yang menganggap seni itu rendahan. Oke, meskipun begitu, aku tidak pernah menyerah untuk mengikuti cabang seni itu. Saat aku mengikuti lomba itu di tingkat kecamatan, aku gagal mendapatkan posisi pertama, melainkan hanya dipo...

Bahadur

Bahadur Hatiku Pagi memuncak membangunkanku. Bahana burung selalu menyapa. Mimpi fanaku tentang baiatku padamu, berharap kekal fana dan baka. Bakdu kutahu tentangmu, akupun terjatuh kejurang kepasrahan, kebimbangan, kesukaran, keingintahuan, kebahagiaan. Balut senyummu menghangatkan, hati ini meronta tak terkontrol, lemah. Respon yang membangatkan kerja jantung, mereaksikan warna wajahku. Malu. Bangkit dari pikiran membelegu, membantum diri darimu. Berusaha keras, namun hati tak dapat berbohong. Bahlul. Hati telah terbelenggu olehmu.  Bara rasa yang membludak, aku bersembunyi dari rasa. Sumpah kupandai menyembunyikan, namun rasa tetaplah ada. Kuisi hati dengan kebanyolan, mengkamuflasekan hati yang sebenarnya. Bak seperti basung, rasaku dengan ringannya keluar karenamu. Hati membayu memporoskan diri kearahmu, dan behina dihati. Ingin rasa mulut beledi soal hati, namun gengsi sebesar pasak, fakta rasa bak tiang mungil. Goyah. Beluwek hati kelamaan menyimpan. Peka...