Langsung ke konten utama

Resonansi Manusia dan Jin Saat Maghrib Tiba. Bagaimana Dimensi Antara Keduanya?



                                   Mitos Larangan Keluar Saat Maghrib Bisa Dijelaskan Secara Ilmiah

Assalamu'alaikum wr.wb.
Salam hangat dari saya, sang penulis creepy, no no no!. Hehe saya hanya menulis sesuai request dari teman-teman yang lebih penasaran akan kemistisan yang saya alami. Mereka sering bertanya, "gimana sih rasanya liat mereka? kalo lihat kamu ngapain Ris? terus mereka ga ngejer kamu Feb?? atau Ris, gimana caranya liat mereka??".

Oke kita luruskan sedikit ya teman-teman, mungkin bagi sebagian orang tidak percaya akan hal hantu, jin, setan, karena nyatanya mereka belum pernah melihat atau pada dasarnya mereka tidak percaya. Padahal agama Islam sekalipun percaya akan dunia ghaib itu benar-benar ada. Oke saya akan kesampingkan istilah hantu ini karena saya juga orang yang tidak percaya hantu.  Namun saya percaya akan jin dan setan benar-benar ada. Kenapa??? ya sudah jelas di postingan saya sebelumnya kalau saya sering lihat mereka haha.

Balik ke inti permasalahan yang penting disini, bagaimana sih dimensi manusia dan dimensi ghaib? apakah benar kalau dimensi ghaib berada di sekitar kita tapi kita sama sekali tidak bisa melihatnya?. Ya, itu benar. Indera manusia saat ini tidak mampu merasakan hawa keberadaan mereka. Hanya orang-orang terpilih oleh Yang Maha Kuasa yang memiliki kemampuan tersebut. Tidak sedikit pula orang-orang meminta bantuan dari sesuatu yang tidak seharusnya mereka meminta hanya unutk memiliki kemampuan itu dan memenuhi nafsu fana belaka. Kepada siapa lagi kalau tidak kepada jin? (dukun). Sesungguhnya orang-orang tersebut tergolong orang yang sesat.

Jika saya suguhkan pengalaman saya pribadi, saya lebih banyak merasakan mereka dikala malam mulai menghampiri (dimulai dari maghrib). Ternyata apa yang saya alami bisa dijelaskan secara ilmiah. Saat maghrib tiba, alam berubah menjadi warna kemerahan dimana resonansi alam saat itu sama dengan resonansi dimensi jin dan setan. Itulah kenapa kita saat masih kecil hingga sekarang pun sering dilarang keluar rumah saat waktu maghrib tiba bukan?. Hal itu juga menjadi larangan sobat islam bukan? seperti yang tertera pada hadist berikut:

ذَا اسْتَجْنَحَ اللَّيْلُ، أَوْ قَالَ: جُنْحُ اللَّيْلِ، فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ، فَإِنَّ الشَّيَاطِينَ تَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنَ العِشَاءِ فَخَلُّوهُمْ، وَأَغْلِقْ بَابَكَ وَاذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ (صحيح البخاري).

Ketika waktu malam tiba, laranglah anak-anakmu (keluar rumah), karena setan itu berinteraksi dan bertebaran pada waktu itu. Ketika waktu Isya sudah lewat, maka kalian boleh membiarkan mereka bermain. Tutuplah pintu Anda sambil berzikir pada Allah Swt. (HR. Bukhari).

Bahkan hadist tersebut saja sudah menjelaskan bahwa kita hendaknya berlindung dari syaiton dirumah dan perbanyak ibadah bagi umat muslim. Disaat itu juga setan dan jin memiliki kekuatan yang lebih besar saat kegelapan malam tiba. Bagi jin atau setan yang kemah, mereka akan mencari tempat-tempat untuk berlindung seperti rumah kosong, tempat kotor, najis, dan anak-anak. Jadi tidak heran lagi kalau anak-anak sering melihat mereka juga dan menjadi tempat perlindungan bagi jin dan setan. Dimensi mereka benar nyata berada didekat kita,  karena kita hidup berdampingan dengan mereka.

Jadi bagaimana bentuk yang sering saya lihat di waktu tersebut?. Beragam bentuk, mulai dari yang hanya sekelebat bayangan hitam, putih, bahkan berwujud seperti manusia (yang tentunya kita dapat membedakan sosok mereka). Yang paling membekas dari hidup saya yaitu saat saya keluar rumah sewaktu maghrib mulai tiba, karena saya disuruh ibu saya untuk memeli sesuatu di toserba, juga saat saya sedang mengambil wudhu di luar rumah. Adapula sosok wanita pucat basah duduk meringkuk dibelakang rumah didekat pohon pisang. Sosok mereka benar-benar nyata.

Kronologi saya pergi ke toserba saat maghrib, saya sedikit dipaksa sama ibu untuk segera kesana sebelum maghrib. "Ris.. ke toko bentar.. beli ini". Ya, saya hanya menurut saja. Apesnya, saya keluar dari toserba tepat saat adzan magrib berkumadang. Terburu-buru saya pergi dari toserba tersebut, karena hawa yang saya rasakan sudah mulai tidak enak, didukung posisi toserba yang bersebelahan dengan pemakaman umum hehe. Jalan yang cukup landai, membuat diri saya sedikit terengah-engah dan berhenti. Saya merasakan ada sosok yang mengikuti saya. Saya mulai terburu-buru melangkah namun kaki teramat berat di angkat. Saya berhenti lagi dan memberanikan diri menoleh kebelakang. Saat saya menoleh kebelakang tidak ada apa-apa, namun sosok itu saya lihat tepat 5 cm (kira-kira, karena jaraknya yang sangat dekat) dari wajah saya, putih pucat dan datar tanpa mata, sosok wanita. Saya kaget, tak bisa berbicara dan mencoba berlari sekuat tenaga. Namun sebenarnya saya jalan ditempat, tepat di depan rumah kosong yang saya lewati. Yang hanya bisa saya lakukan adalah terus bergerak sambil menyebut-nyebut nama Allah dalam hati. Dan atas perlindungannya pula saya bisa lepas dari sosok tersebut. Sesampainya dirumah saya hanya diam saja dan berkeringat dingin dan segera mengambil air wudhu.

Kronologi saat saya mengambil air wudhu sama halnya seperti yang saya rasakan saat dari toserba, saya tidak bisa melakukan apa-apa, hanya terdiam dan lagi mengucap nama Allah. Sosoknya kali ini sedikit berbeda, seorang perempuan yang tingginya kira-kira 150-an cm yang bergerak masuk kedalam rumah tetangga saya tanpa kaki dengan wajah pucat tanpa ekspresi dan sedikit transparan pada tubuhnya, bergerak melayang begitu saja. Dan saat saya keluar rumah, tepatnya dibelakang rumah (saya lupa saya sedang apa saat itu), terlihat sosok perempuan yang terduduk meringkuk melipat kaki dengan wajah pucat dan datar, dengan tatapan kosong melihat kedepan, yang badannya basah seperti baru saja tercebur kedalam air. Ketiga sosok itu masih sering saya rasakan hingga sekarang, karena saat malam hari (saat saya bergadang mengerjakan tugas), saya sering mendengar suara tangisan, tertawa, bahkan geraman suara yang tak jelas asal-usulnya namun jelas saya dengar (biasa menjadi penghantar tidur haha).

Jadi sudah terjawab kan teman-teman pertanyaan yang sering kalian lontarkan kepada saya? Jika kalian benar-benar penasaran, kalian hanya cukup peraya dan beranikan diri saja keluar dari rumah. Jika beruntung kalian akan benar-benar melihat keberadaan mereka.

Sekian tulisan saya kali ini, tetaplah lindungi diri kalian dengan ibadah selalu dan berdoa meminta perlindungan dari Tuhan, Allah SWT. Karena kita hanya makhluk tuhan yang penuh dosa dan penuh kekhilafan, yang mudah terpana oleh nafsu duniawi dan godaan syaiton yang ada disekitar kita.


Wassalamu'alaikum wr.wb.
Salam hangat, Riska Febry


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Humanisme

LAHAK KEMANUSIAAN Maret, 2020 sumber gambar: theconservation Evlusi industri hasil tangan manusia peradaban. Masa bumi bertambah dan hasrat manusia berimpact pada rantai kehidupan, ekosistem itu sendiri. Rakus. sifat pantas disemat pada manusia, makhluk sempurna pemberian Tuhan. Lahiriah manusia tak pantas disandingkan dengan binatang. Namun, akhlak manusia tidak dapat ditolerir lagi saat ini. Lalah kepunyaan manusia tak mampu membendung kehancuran yang semakin mendekat. Lahak tercium membuat ingin mati. Lalim manusia membunuh sekitarnya. Apa itu, kemanusiaan. Mata manusia melamur. Generasi menunduk lowpower pada fakta yang terjadi. Story-story tundukannya terarah ria'. Langguknya manusia membuat laras spesiesnya sendiri. Kemanusiaan cuma publish, kemunafikan sumber penyakit. Kelatifan tujuan fana mampu membutakan manusia. Viralnya ciptaan Tuhan yang bertugas, binatang menjadi bentuk evolusi keluguan manusia. Manusia berpunya, akhlak pun hilang. 

2013

  Memori ini terus melekat dikepalaku. Hei, saat ini aku sudah berada di 2021, jika dihitung sudah 8 tahun lamanya aku menyimpan rasa kekesalan ini. Bukan kesal terhadap siapa, namun aku kesal terhadap diriku sendiri yang tidak mau berbicara degannya saat itu.  2013 adalah tahun dimana aku masih duduk dibangku sekolah menengah pertama. Tepatnya di kelas 2. Saat itu, sekolah sedang gencar-gencarnya melakukan pelatihan untuk kegiatan o2sn. Kala itu, aku termasuk peserta fls2n cabang seni (rahasia hehe), yang nyatanya sangat tidak di dukung kedua orang tuaku. Orang tuaku sangat memaksa aku untuk ikut cabang olahraga (rahasia) itu, padahal aku sama sekali tidak suka olahrga. Alhasil aku di cemooh, di pandang rendah oleh kedua orang tuaku, maupun teman-temanku yang menganggap seni itu rendahan. Oke, meskipun begitu, aku tidak pernah menyerah untuk mengikuti cabang seni itu. Saat aku mengikuti lomba itu di tingkat kecamatan, aku gagal mendapatkan posisi pertama, melainkan hanya dipo...

Bahadur

Bahadur Hatiku Pagi memuncak membangunkanku. Bahana burung selalu menyapa. Mimpi fanaku tentang baiatku padamu, berharap kekal fana dan baka. Bakdu kutahu tentangmu, akupun terjatuh kejurang kepasrahan, kebimbangan, kesukaran, keingintahuan, kebahagiaan. Balut senyummu menghangatkan, hati ini meronta tak terkontrol, lemah. Respon yang membangatkan kerja jantung, mereaksikan warna wajahku. Malu. Bangkit dari pikiran membelegu, membantum diri darimu. Berusaha keras, namun hati tak dapat berbohong. Bahlul. Hati telah terbelenggu olehmu.  Bara rasa yang membludak, aku bersembunyi dari rasa. Sumpah kupandai menyembunyikan, namun rasa tetaplah ada. Kuisi hati dengan kebanyolan, mengkamuflasekan hati yang sebenarnya. Bak seperti basung, rasaku dengan ringannya keluar karenamu. Hati membayu memporoskan diri kearahmu, dan behina dihati. Ingin rasa mulut beledi soal hati, namun gengsi sebesar pasak, fakta rasa bak tiang mungil. Goyah. Beluwek hati kelamaan menyimpan. Peka...