Sakitnya Menyimpan Hati
2020, adalah tahun dimana aku masih hidup, bernafas, dan menikmati semua kenikmatan Allah SWT. Tak dapat dipungkiri bahwa aku adalah sosok wanita yang memiliki hati. Tanpa aku sadari, aku sudah tenggelam dalam jurang kedewasaan, penuh romantika kehidupan dan drama kalbu.

Untukmu yang masih kuharapkan menjadi imamku. Perih hati ini yang cuma bisa menyimpan. Aku yakin, aku bukanlah satu-satunya manusia yang pandai menyimpan akan perasaan. Sakit memang. Dan aku tahu, sama seperti halnya diriku, mungkin kamu juga memendam perasaan yang sama untuk hati yang lain. Perih. Tidak hanya aku, semua orang pasti juga memiliki rasa itu, rasa malu. ketahuilah juga bahwa semua kaum hawa memiliki sifat itu, dan semua sifat hawa hanya bisa menunggu. Namun kekhawatirannya pun sama. Takut akan kau yang dimiliki orang lain duluan. Perkembangan zaman banyak membuat kaum hawa ikut berubah, termasuk dalam hal ini. Namun ketahuilah imamku yang kuharapkan, aku sangat malu jika mengakuinya. Aku hanya bisa memendam dan entah sampai kapan akan kusembunyikan. Aku hanya berserah kepada-Nya ya Rabb, dan sibuk memantaskan diri di hadapan-Nya. Aku bukanlah siapa-siapa yang bisa mengobrak-abrik hatimu, yang memaksa kamu menungguku. Tidak. Aku hanya kaum hawa yang penuh angan, yang ahli menyimpan rasa kepadamu.
Riska febry
Nice👍tapi kalau dibilang itu puisi sepertinya belum mendekati, itu sejenis curhatan hati yang sedang terjadi pada dirimu. Akan cinta yang tak terbalas dan cinta yang bertepuk sebelah tangan yang dapat mengabaikan perasaan dan harapan yang sesedang kau gantungkan padanya. Cobalah untuk mendekatkan diri lagi kepada penciptanya, baru ciptaannya. Dengan seperti itu akan datang bisikan angin yang menerobos hati dan perasaannya yang kurang peka akan cinta dari mu.
BalasHapusIni memang bukan puisi. Terimakasih sarannya sangat membantu penulisan selanjutnya
Hapus