Langsung ke konten utama

Rasa



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم




Sakitnya Menyimpan Hati


2020, adalah tahun dimana aku masih hidup, bernafas, dan menikmati semua kenikmatan Allah SWT. Tak dapat dipungkiri bahwa aku adalah sosok wanita yang memiliki hati. Tanpa aku sadari, aku sudah tenggelam dalam jurang kedewasaan, penuh romantika kehidupan dan drama kalbu. 


Image result for bunga mawar jatuh

Untukmu yang masih kuharapkan menjadi imamku. Perih hati ini yang cuma bisa menyimpan. Aku yakin, aku bukanlah satu-satunya manusia yang pandai menyimpan akan perasaan. Sakit memang. Dan aku tahu, sama seperti halnya diriku, mungkin kamu juga memendam perasaan yang sama untuk hati yang lain. Perih. Tidak hanya aku, semua orang pasti juga memiliki rasa itu, rasa malu. ketahuilah juga bahwa semua kaum hawa memiliki sifat itu, dan semua sifat hawa hanya bisa menunggu. Namun kekhawatirannya pun sama. Takut akan kau yang dimiliki orang lain duluan. Perkembangan zaman banyak membuat kaum hawa ikut berubah, termasuk dalam hal ini. Namun ketahuilah imamku yang kuharapkan, aku sangat malu jika mengakuinya. Aku hanya bisa memendam dan entah sampai kapan akan kusembunyikan. Aku hanya berserah kepada-Nya ya Rabb, dan sibuk memantaskan diri di hadapan-Nya. Aku bukanlah siapa-siapa yang bisa mengobrak-abrik hatimu, yang memaksa kamu menungguku. Tidak. Aku hanya kaum hawa yang penuh angan, yang ahli menyimpan rasa kepadamu.


Riska febry

Komentar

  1. Nice👍tapi kalau dibilang itu puisi sepertinya belum mendekati, itu sejenis curhatan hati yang sedang terjadi pada dirimu. Akan cinta yang tak terbalas dan cinta yang bertepuk sebelah tangan yang dapat mengabaikan perasaan dan harapan yang sesedang kau gantungkan padanya. Cobalah untuk mendekatkan diri lagi kepada penciptanya, baru ciptaannya. Dengan seperti itu akan datang bisikan angin yang menerobos hati dan perasaannya yang kurang peka akan cinta dari mu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini memang bukan puisi. Terimakasih sarannya sangat membantu penulisan selanjutnya

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Humanisme

LAHAK KEMANUSIAAN Maret, 2020 sumber gambar: theconservation Evlusi industri hasil tangan manusia peradaban. Masa bumi bertambah dan hasrat manusia berimpact pada rantai kehidupan, ekosistem itu sendiri. Rakus. sifat pantas disemat pada manusia, makhluk sempurna pemberian Tuhan. Lahiriah manusia tak pantas disandingkan dengan binatang. Namun, akhlak manusia tidak dapat ditolerir lagi saat ini. Lalah kepunyaan manusia tak mampu membendung kehancuran yang semakin mendekat. Lahak tercium membuat ingin mati. Lalim manusia membunuh sekitarnya. Apa itu, kemanusiaan. Mata manusia melamur. Generasi menunduk lowpower pada fakta yang terjadi. Story-story tundukannya terarah ria'. Langguknya manusia membuat laras spesiesnya sendiri. Kemanusiaan cuma publish, kemunafikan sumber penyakit. Kelatifan tujuan fana mampu membutakan manusia. Viralnya ciptaan Tuhan yang bertugas, binatang menjadi bentuk evolusi keluguan manusia. Manusia berpunya, akhlak pun hilang. 

2013

  Memori ini terus melekat dikepalaku. Hei, saat ini aku sudah berada di 2021, jika dihitung sudah 8 tahun lamanya aku menyimpan rasa kekesalan ini. Bukan kesal terhadap siapa, namun aku kesal terhadap diriku sendiri yang tidak mau berbicara degannya saat itu.  2013 adalah tahun dimana aku masih duduk dibangku sekolah menengah pertama. Tepatnya di kelas 2. Saat itu, sekolah sedang gencar-gencarnya melakukan pelatihan untuk kegiatan o2sn. Kala itu, aku termasuk peserta fls2n cabang seni (rahasia hehe), yang nyatanya sangat tidak di dukung kedua orang tuaku. Orang tuaku sangat memaksa aku untuk ikut cabang olahraga (rahasia) itu, padahal aku sama sekali tidak suka olahrga. Alhasil aku di cemooh, di pandang rendah oleh kedua orang tuaku, maupun teman-temanku yang menganggap seni itu rendahan. Oke, meskipun begitu, aku tidak pernah menyerah untuk mengikuti cabang seni itu. Saat aku mengikuti lomba itu di tingkat kecamatan, aku gagal mendapatkan posisi pertama, melainkan hanya dipo...

Bahadur

Bahadur Hatiku Pagi memuncak membangunkanku. Bahana burung selalu menyapa. Mimpi fanaku tentang baiatku padamu, berharap kekal fana dan baka. Bakdu kutahu tentangmu, akupun terjatuh kejurang kepasrahan, kebimbangan, kesukaran, keingintahuan, kebahagiaan. Balut senyummu menghangatkan, hati ini meronta tak terkontrol, lemah. Respon yang membangatkan kerja jantung, mereaksikan warna wajahku. Malu. Bangkit dari pikiran membelegu, membantum diri darimu. Berusaha keras, namun hati tak dapat berbohong. Bahlul. Hati telah terbelenggu olehmu.  Bara rasa yang membludak, aku bersembunyi dari rasa. Sumpah kupandai menyembunyikan, namun rasa tetaplah ada. Kuisi hati dengan kebanyolan, mengkamuflasekan hati yang sebenarnya. Bak seperti basung, rasaku dengan ringannya keluar karenamu. Hati membayu memporoskan diri kearahmu, dan behina dihati. Ingin rasa mulut beledi soal hati, namun gengsi sebesar pasak, fakta rasa bak tiang mungil. Goyah. Beluwek hati kelamaan menyimpan. Peka...